Tugas utama seorang wanita adalah melahirkan anak laki-laki!?

Pada tahun 1980 pemerintah Cina pernah membuat kebijakan satu anak untuk satu keluarga, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi jumlah populasi penduduk yang tidak terkendali. Dengan kebijakan ini pemerintah berhasil menekan angka pertumbuhan penduduk menjadi 1,62 kelahiran pada tahun 2016. Oleh karena ketatnya peraturan pemerintah, masyarakat di Cina cenderung memilih anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, dengan alasan: lebih bisa membantu keluarga.

Katy Velvet seorang keturunan Chinese yang tinggal di kanada dalam artikelnya, The Issue of Gender Equality in Confucian Culture menyebutkan bahwa: Berdasarkan struktur sosial yang terbentuk oleh ajaran Khonghucu, anak laki-laki lebih disukai karena bisa lebih produktif dibanding perempuan.

Woman’s greatest duty is to produce a son.
According to the Confucian structure of society, male children are more desirable than females in terms of productivity. 
Asian men have been seen as being better caretakers for the elderly and they also have the privilege of carrying on the family name. 

To this day, raising a female child is considered to be an economic burden.

Ia meyakini keyakinan ini berasal dari ajaran dan budaya Khonghucu (Confucius) -Ru Jiao:

It is a commonly held belief that the mistreatment of women in China has been associated with Confucian culture.

Lalu:

  1. Apakah benar ajaran Khonghucu Ru Jiao mementingkan anak laki-laki dibanding anak perempuan? Terlebih jika melihat sejarah Kong Zi sendiri yang memiliki banyak kakak perempuan dan satu kakak laki-laki yang berkekurangan.
  2. Apakah ada referensi yang relevan yang mendukung dan menyebutkan demikian? Buku, kitab, dsb?
  3. Benarkah ada struktur sosial yang terbentuk oleh ajaran Khonghucu? Apakah lima hubungan kemasyarakatan memaksudkan hal ini?

Terima kasih.

Mang Ujang

Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya. ~Ernesto 'Che' Guevara (1965)