Benarkah Khonghucu adalah agama? Lalu,Kenapa umatnya sedikit ya? Aku kan jadi susah cari jodohnya :(

Saat ini di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui oleh pemerintah yakni: Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

Namun jika kita melihat di negara-negara lain seperti di Tiongkok yang merupakan tempat asal Kongzi (Confucius), pemeluk agama Khonghucu tidak lebih banyak dibanding agama-agama besar lainnya.

Bahkan di kalangan akademisi hal ini masih menjadi banyak perdebatan yang menyebutkan bahwa ajaran Khonghucu bukanlah ajaran agama melainkan ajaran filsuf, ataupun sekadar ilmu etika dan politik. Salah satunya dalam buku Confucianism as a world religion, Anna Sun menyebutkan setidaknya terdapat beberapa faktor yang membingungkan untuk menyebutkan bahwa Khonghucu (Confucianism) adalah agama yakni: Sulit menentukan membership seperti baptis di agama Kristen, dan tidak adanya struktur organisasi yang jelas (begitu sih katanya mah). Kutipannya:

The second comes from the fact that there are no official religious organizations in contemporary Confucianism, such as churches or mosques, nor is there an official priesthood or clergy. Although there are still many Confucian temples available for ritual practice in China, they are officially cultural institutions, under the auspices of the State Administration of Cultural Heritage (guojia wenwu ju), an agency that is part of the Ministry of Culture.

Pertanyaannya:

  1. Bagaimana dasar berpikir yang tepat yang bisa digunakan dalam menentukan bahwa sesuatu itu adalah agama?
  2. Jika Khonghucu adalah agama, lalu kenapa umatnya sedikit ya (setidaknya di Indonesia)?
    Padahal seperti yang kita ketahui bahwa Khonghucu merupakan salah satu ajaran yang tertua diantara 6 agama tersebut dan orang Tiongkok/Cina yang merantau ke Indonesia sejatinya mengetahui dan membawa ajaran ini bersama dengan perantauannya.
  3. Apakah di negara selain Indonesia, Khonghucu merupakan agama yang sah, dimana saja?

    Jika iya, apakah upacara, ritual, dan organisasi, dll-nya sama dengan di Indonesia?

 

Tolong bantu jawab yaaa, 

Terima kasih Confucius.ID!

Mang Ujang

Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya. ~Ernesto 'Che' Guevara (1965)

1 Jawaban

Yongki Tiangingarso Subianto,SH.

1.Dasar menentukan/memutuskan

   sebagai agama diantaranya :

    A. Memiliki ajaran / doktrin dan dogma

    B. Memiliki kitab yang berisi ajaran
    C. Memiliki tata ibadah
    D. Memiliki tempat ibadah
    E. Memiliki tata hierarki rohaniawan
    F. Memiliki umat / penganut ajaran
    G. Memiliki hari ibadat (tetap dan tidak
         tetap
2. Perkembangan jumlah umat dipengaruhi oleh beberapa faktor sejarah agama, antropologi dan budaya, pembinaan umat, serta keturunan umat, politik, ekonomi, sosial yang terbagi dalam 2 kelompok pengaruh yaitu 
A. Pengaruh yang terjadi secara "Natural"
B. Pengaruh yang terjadi secara "keadaan"
Pengaruh natural yang paling utama pembinaan dan pendidikan dimulai pada lingkungan keluarga, sosial, sekolah. Sedangkan pengaruh yang terjadi secara keadaan (non natural) memiliki daya pengaruh yang paling kuat diantaranya :
1. Perkembangan dan situasi kedaan yang menimbulkan sejarah (pergantian era pimpinan, keterbukaan pola pemikiran, peristiwa era penjajahan, era 45-65, peristiwa tahun 98-99, dsb).
2. Perkembangan, keadaan, keputusan politik yang disebabkan oleh perilaku dan pola pikir masyarakat (keputusan politik sebelum kemerdekaan, keputusan politik tahun 46 dan 65 tentang adat budaya, serta agama etnis tionghoa, keputusan dwi kewarganegaraan (BAPERKI), dsb.
3. Perkembangan ekonomi (keadaan finansial umat)
4. Perkembangan dan keadaan sosial dalam masyarakat etnis tionghoa (kontak sosial)
 
Maka dari faktor sejarah-politik-ekonomi-sosial saling memiliki pengaruh yang membentuk keadaan masyarakat tionghoa secara umum tidak terikat pada agama, pandangan politik, serta strata sosial yang membentuk posisi etnis tionghoa pada pola masyarakat Indonesia. Salah satu diantaranya pemikiran bahwa tionghoa adalah kelompok dan kelas yang dianggap spesial oleh pihak penguasa/penjajah sehingga membentuk strata sosial secara politik yang terpisah.
 
Dapat disimpulkan bahwa masa paling mempengaruhi etnis tionghoa dan penganut khonghucu terjadi sejak era penjajah yang memiliki tujuan untuk memisahkan pola sosial pergaulan untuk mengendalikan perilaku sosial dalam masyarakat pada masa era kolinial sampai keputusan politik karena situasi dan pilihan politik.