Ada pendidikan tiada perbedaan, tapi kenapa yang diterima Universitas 'Favorit' yang pintar semua?

Pernyataan ini aku liat beberapa bulan yang lalu di timeline media sosial, kurang lebih begini isi statementnya:

Katanya mau memajukan pendidikan,
tapi kenapa yang diterima di PTN cuma orang yang pintar semua

*Kira-kira begitulah, aku udah agak lupa soalnya, wkwk

Mungkin kalau versi Confucius kira-kira semangatnya begini:

Nabi bersabda, 'Ada pendidikan, tiada perbedaan.'

Lun Yu Volume XV:39

Atau versi bahasa Inggrisnya mah: Education for all, sama seperti tagline Confucius.ID kalau gk salah :p

Kalau dari yang aku rasain belasan tahun sekolah khususnya di Indonesia (karena aku Cinta Indonesia, yeee) kurang efektif rasanya, bahkan temen-temen di media sosial dari berbagai manca negara cukup banyak yang mengeluhkan hal ini.

Misalnya aja pernyataan Prince Ea di Videonya yang berjudul, I Just Sue Education System (begini klo gk salah judulnya) yang bilang bahwa dari zaman baheula sampai sekarang sistem belajar kita ya begitu-begitu aja (setidaknya hal ini benar untuk saya pribadi).

Hal ini juga ditanyakan oleh salah satu milyarder dunia, Robert T Kiyosaki dalam bukunya Why A student work for C student and B student work for government. Salah satu pernyataannya dalam buku itu yang menarik adalah, ..darimana semua sikap itu bermula? seperti pejabat pemerintah yang mengharapkan segala dana pensiun dan pengobatan..

Pertanyaannya:

  1. Apakah ini konspirasi elit global? *ehh, bercanda!
  2. Kalau kita pikir secara sederhana pernyataan yang dibuat di atas ada benernya juga.
    Sederhananya mah, kenapa orang yang pintar aja yang diterima di sekolah yang bagus?
    Apa karena yang kurang pintar, kurang pintar?
    Atau karena harapan atau persentase kemungkinan untuk suksesnya lebih besar?
    Atau sebenarnya kita sepenuhnya menyadari bahwa tidak ada cukup tempat untuk kita semua?
  3. Darimana awal mula ini semua berasal? Siapa yang menciptakan sistem seperti ini? Dan, bagaimana sistem ini bisa tercipta?

Apakah ini semua hanyalah wujud dari ketidakmampuan diri kita untuk berbuat sesuatu? 
Yang seringkali lemah dan mengharapkan bantuan dari orang lain, pemerintah misalnya?

Mohon bimbingan dan pencerahannya, terima kasih!

Mang Ujang

Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya. ~Ernesto 'Che' Guevara (1965)