Sabtu, 7 Juli 2018, 22:56

Agama atau Manusia yang memajukan?

Kalau kita lihat sejarah agama-agama besar yang ada di dunia saat ini, yang telah ada dari ribuan tahun lamanya seperti ajaran Khonghucu (+ 479SM), Buddha (+ 483SM), Kristen (+ 30SM), Hindu (+ 300M), dan Islam (+ 632M), hal apa yang pertama kali akan kita katakan mengenai ajaran tersebut? Kalau saya pribadi, mungkin satu kata yang bisa menggambarkannya adalah, Menakjubkan!

Agama

Secara sederhana Agama dapat didefinisikan sebagai ajaran untuk membimbing manusia menjadi diri yang lebih baik lagi.

Firman Tian itulah dinamai Watak Sejati. Hidup mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci. Bimbingan menempuh Jalan Suci itulah dinamai Agama.
Zhong Yong Bab Utama:1

Tapi tentu saja, tidak semua yang dinamakan "Bimbingan menempuh Jalan Suci" bisa dinamai "Agama". Terlebih jika ditinjau dari sudut pandang agama dalam konteks kenegaraan seperti syarat umum dan khusus mengenai "Apa yang didefinisikan sebagai Agama", skip..skip. hehe

Cerita

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 30 Juni 2018 kami mengadakan survei atau lebih tepatnya Kuisioner kecil-kecilan, alih-alih ingin tahu pandangan dan pendapat teman-teman di jagad maya mengenai Khonghucu dan Ajarannya saya mendapat beberapa jawaban menarik dari hasil kuisioner tersebut.

Kondisi Indonesia saat ini
Gambar oleh: Confucius.ID

Ketika saya menanyakan mengenai pendapat responden terhadap kondisi Indonesia saat ini, sebanyak 90% responden menjawab secara sadar atau tidak sadar bahwa Ada sesuatu yang salah di Indonesia, meskipun 30% diantaranya masih berupa perasaan saja (feeling). Menarik bukan? hehe

Populasi penduduk Indonesia
Gambar oleh: Confucius.ID

Tidak sampai disitu, terdapat fakta menarik yang dikatakan responden kuisioner tersebut. Sebanyak 40% responden memilih menjawab bahwa dunia sudah terlalu penuh.

Dalam pertanyaan ini saya membuat pilihan jawaban yang sebetulnya tidak perlu dijawab (namun wajib dijawab) haha. Jadi, bagi teman-teman yang akan menjajaki pintu kehidupan selanjutnya, jangan rajin-rajin bikin dede bayinya yaa!

Agama atau Manusia yang memajukan
Gambar oleh: Confucius.ID

Satu kutipan pertanyaan terakhir yang menarik bagi saya adalah mengenai pandangan responden terhadap agama. Ketika diajukan pertanyaan mengenai pandangan mereka mengenai agama, 50% responden menjawab bahwa Agama-lah yang memajukan manusia

Something wrong?

Sekilas memang tidak ada yang salah dengan pernyataan bahwa Agama-lah yang memajukan manusia.
Tapi ini adalah kenyataan yang terbalik, menurut Kong Zi. Tidak percaya?

Nabi bersabda, "Oranglah yang harus mengembangkan Jalan Suci, bukan Jalan Suci yang mengembangkan orang."
Lun Yu Jilid XV:29

Sebelumnya kita sudah sepakat dengan mendefinisikan bahwa, Agama adalah Bimbingan untuk menempuh Jalan Suci.
Jadi perkataan Kong Zi pada Lun Yu XV:29 dapat disederhanakan menjadi:

Oranglah yang harus mengembangkan Agama,
bukan Agama yang mengembangkan orang.

Lalu kenapa ada yang berpendapat bahwa Agama-lah yang mengembangkan orang? Apakah itu sesuatu yang keliru?
Saya kira tidak demikian juga, misalnya saja jika kita melihat pernyataan:

"Orang yang oleh Iman lalu sadar, dinamai perbuatan Watak Sejati; dan orang yang karena sadar lalu beroleh Iman, dinamai hasil mengikuti agama.
Demikianlah Iman itu menjadikan orang sadar dan kesadaran itu menjadikan orang beroleh Iman."
Zhong Yong Bab XX:1

Atau dalam bahasa yang lebih sederhana pernyataan Meng Zi ini bisa menjelaskannya:

Meng Zi berkata, "Seorang pembuat anak panah itu sukar dikatakan ia kalah sifat Cinta Kasihnya dari pada seorang pembuat pakaian perang. Seorang pembuat anak panah selalu khawatir kalau hasil pekerjaannya tidak dapat melukai orang. Sebaliknya seorang pembuat pakaian perang selalu khawatir kalau pemakainya sampai terlukakan. Begitu pula pekerjaan antara seorang tabib dan pembuat peti mati. Maka dalam memilih pekerjaan janganlah tidak berhati-hati."
Meng Zi Jilid II A:7.1

Nah loh, jadi tambah bingung kan? hahahaha

Sederhananya

Agama memajukan manusia, tentu saja dalam konteks (kerangka pikir) sudut pandang bahwa, Ajarannya bisa mendidik manusia menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sama seperti halnya pendidikan yang kita terima baik di bangku formal ataupun non-formal.

Tanpa pendidikan kita tetap bisa sukses, bukan? Seperti kata-kata penuh semangat para motivator itu?
Sejatinya pendidikan dan Agama hanyalah The Way, hanyalah Jalan atau Cara untuk memperoleh hal yang diinginkan.

Berlainan dari itu. Manusia memajukan Agama, tentu saja ini yang perlu kita lakukan.
Tidak bisa agama sekonyong-konyong memajukan manusianya tanpa ada keinginan ataupun usaha manusianya itu sendiri, its never happened.

Last but not least

"Tetapi cacat orang ialah mereka menyia-nyiakan sawah sendiri dan menyiangi sawah orang lain. Membebani orang-orang lain dengan kewajiban yang berat dan membebani diri sendiri dengan kewajiban yang ringan."
Meng Zi Jilid VII B:32.3

Mang Ujang

Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya. ~Ernesto 'Che' Guevara (1965)

0 Komentar

Konten disalin