2018-10-18 19:30:54

Kalau begitu, kenapa tidak kamu saja yang memimpin?

Tahun 2019 sekali lagi Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi yang saat ini sudah berlangsung megah dan meriah, Pemilu. Terdapat dua calon presiden dan wakil presiden yang akan turut berpartisipasi dalam pemilu ini, teman-teman juga sudah tahu, bukan? Kedua tim sukses capres dan cawapres dari masing-masing kubu sudah ramai memainkan tagar dan jargon dari masing-masing jagoannya.

Ramai

Pesta demokrasi ini sepertinya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang
Bagi mereka yang duduk di bangku pemerintahan, ini saatnya mendaki tangga birokrasi
Bagi mereka yang duduk di sebelah bangku pemerintahan, tiba saatnya bermain peran

Pujian, cacian, juga hinaan ikut meramaikan masa
Atribut juga pernak-pernik menghiasi panggung demokrasi
Hiruk-pikuk kota ikut menemai ramainya demokrasi, juga aku

Kedamaian, katanya

Sepertinya benar bahwa hidup adalah sesuatu yang menggerakan kita

Tak heran orang berlomba-lomba mengejar sesuatu di dalam hidupnya
Coba kamu katakan pada semut hitam yang tergeletak di tengah pasar siang itu
Coba kamu katakan pada bintang yang bersinar di sisi jalan malam itu
Coba katakan padaku

Harapku, aku bisa katakan padanya
Pada mereka yang berjumpa
Pada mereka yang duduk di kursi kehormatan
Pada temanku yang kehilangan arah
Juga diri ini yang bertanya tanpa jawab

Berjalan

Masakanya memimpin itu mudah
Bolehlah diri ini aku pimpin
Juga kakak dan adikku
Juga tetangga rumahku yang tak kutahu namanya

Rakyat tidak peduli siapa yang pimpin, katanya
Mereka lelah tak berujung
Sedari dulu kita berjalan tak harap, tanpa tujuan?
Apa tiba saatnya, sudah tiba saatnya?

Selanjutnya, aku yang pimpin! HAHAHAHA

Teh Nyai

Diantara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan diantara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah ~Confucius

Konten disalin