2018-05-18 20:18:34

Laksana berjalan di bak sampah

Buanglah sampah pada tempatnya, begitulah semboyan yang sedari dulu terpajang jelas di dinding-dinding sekolah juga jalanan. Bosan rasanya mendengar hal itu yang juga diucapkan oleh inspektur upacara acap kali upacara senin pagi dilaksanakan, begitulah kisah masa sekolahku.

Tamatwait..wait... hahaha

Bak sampah

Hingga saat ini setiap kali berjalan (dimanapun itu), entah mengapa saya selalu merasa berjalan di sepanjang bak sampah, kenapa tidak? Sampah berceceran di setiap mata memandang, di jalan kota-kota besar, di jalan pedesaan, bahkan hingga di acara pernikahan sang mantan (yang ini bohong, soalnya gk diundang wkwkwk).

Sadarkah teman-teman kalau kita membuang sampah sembarangan (misal di jalanan) itu sama saja dengan menyusahkan diri sendiri? Banjir, pencemaran tanah & air, kerusakan ekosistem laut, dan bau yang disebabkan olehnya, itu sudah pasti adanya.

Tetapi, ada hal-hal fundamental yang lebih sederhana dari hal-hal yang jauh tersebut.

Kalau saya buang sampah di jalan, lalu berjalan di jalan,
artinya saya berjalan di antara sampah, bukan?

Mari bercerita

Dahulu, setiap kali upacara senin pagi, inspektur upacara seringkali menekankan untuk disiplin, disiplin dan disiplin, termasuk masalah kebersihan, lebih khususnya masalah membuang sampah sembarangan.

Memang ini hal yang perlu dilakukan, pasalnya kolong meja di dalam kelas selalu dipenuhi dengan sampah setiap harinya. Meskipun petugas kebersihan sudah membersihkan sampah tersebut di sore hari, esok harinya kembali demikian.

Tidak ada yang menarik dari hal tersebut, semua terjadi seperti yang dilakukan oleh guru-guru pada umumnya, menasihati muridnya.

Sampai suatu waktu, di sela-sela jam pelajaran di pelataran sekolah, sepuntung rokok terlempar dari tangan sang inspektur ke dalam pot kembang itu. (bayangkan dengan slow motion ya, wkwk)

Ingin rasanya kutampar wajah itu.

Entah..

Hal ini mungkin terlihat seperti hal sepele, tidak terlalu penting, atau bahkan kita akan berpikir, kan ada petugas kebersihan suruh mereka aja yang bersihin.

Tentu saja akan terlihat merepotkan kalau harus menunggu pemberhentian sampah selanjutnya. Saku baju, celana dan tas penuh rasanya dengan semua sampah yang padahal tidak seberapa itu.

Itu memang benar merepotkan, dan hal itu pula yang berkontribusi terhadap banjir yang kerap kali terjadi di musim penghujan, semakin menurunnya kualitas air bersih, dan semakin membuat manusia yang jumlahnya milyaran di dunia ini terlihat seperti sampah.

Ji Kang Zi bertanya, "Bagaimanakah agar rakyat mau bersikap Hormat, Satya dan bersedia menerima nasihat-nasihat?"
Nabi menjawab, "Hadapilah mereka dengan keluhuran budi, niscaya mereka bersikap Hormat. Teladanilah dengan sikap Bakti dan Kasih Sayang, niscaya mereka akan bersikap Satya. Angkatlah orang-orang yang baik untuk mendidik yang belum mengerti, niscaya mereka mau menerima nasihat-nasihat."

Lun Yu Jilid II:20

Banyak

Angka kelahiran cukup berbanding jauh dibandingkan dengan angka kematian, bayangkan saja apa yang akan terjadi dengan semakin banyaknya manusia di muka bumi yang terbatas ini ditambah dengan sampah yang diproduksi olehnya. (untung saya alien tinggalnya di planet lain, wkwk)

Merepotkan juga kalau harus menampar hati manusia satu-persatu, terlebih efek yang disebabkan setelahnya. Hal paling sederhana yang saat ini saya lakukan adalah.. nothing.

Nothing

Cukuplah dengan tidak membuang sampah sembarangan, cukuplah dengan berusaha memisahkan antara yang basah dan kering, cukuplah dengan kebiasaan tangan yang gatal itu, cukuplah dengan semua peruntukkannya. Ya and it's nothing.

Kalau teman-teman punya semangat lebih, mungkin teman-teman bisa mencoba untuk menampar hati-hati yang tidak tergerak itu. Misalnya saja saat ada orang yang membuang puntung rokok dari jendela mobil itu, berikan kembali lalu bisikan perlahan, mas, rokoknya ketinggalan.

Last but not least

Jadi, masih mau berjalan di bak sampah? hehe

"Satya dan Tepa Salira itu tidak jauh dari Jalan Suci. Apa yang tidak diharapkan mengena diri sendiri, janganlah diberikan orang lain."

Zhong Yong Bab XII:3

Teh Nyai

Diantara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan diantara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah ~Confucius

Konten disalin