Sabtu, 26 Mei 2018, 20:52

Menunggu badai atau menerjang badai?

Bayangkan senin pagi hari saat kita biasa memulai aktivitas, terjadi hujan disertai badai besar yang cukup untuk meluluhlantahkan rumah juga menerbangkannya. Apa yang akan teman-teman lakukan? Menunggu badai itu berhenti, atau teman-teman akan menerjang badai tersebut karena bos di kantor sudah siap dengan segala celotehnya?

Menarik

Kalau kita memilih untuk menunggu badai, artinya kita akan menunggu di dalam ketidakpastian.
Kita tidak akan pernah tahu hal apa yang akan terjadi saat kita menunggu, bisa saja badai akan berlangsung lama hingga menyebabkan kita terlambat beraktivitas, bisa saja badai meluluhlantahkan tempat kita bernaung, atau bisa saja badai merenggut nyawa kita di dalam penantian itu (asikk..).

In other hand, kalau kita memilih untuk menerjang badai, badai sudah siap dengan segala ketidakpastiannya, badai sudah siap untuk merenggut nyawa kita kapan saja.

Bagaimana jawaban teman-teman? Apakah teman-teman akan menunggu badai, atau menerjang badai?

Hmm.. 

Pernyataan tersebut adalah salah satu pernyataan menarik yang pernah saya dengar, mengapa tidak?

Karena jawaban yang diberikan oleh empunya statement akan membuat kita berpikir out of the box.

Kalau gw menunggangi badai.. jawabnya sambil tertawa dengan sombong.

Jawaban yang cukup nyentrik sekali, sesuai dengan ciri khas beliau. 
Ya, walaupun sedikit bisa saya prediksi, kalau gw gk keduanya. hahaha

Menunggangi badai

Kalau dipaksa menentukan jawaban diantara dua pilihan seperti, nyawa atau harta, lalu mending jelek karya sendiri atau bagus boleh nyontek, atau mending pinter tapi jelek atau ganteng tapi bodo saya pribadi tidak akan menjawab pertanyaan seperti itu karena sifatnya yang berupa statement juga cenderung menjebak, lebih-lebih konyol wkwk.

"Kata-kata tidak dapat diringkas sedemikian itu. Semuanya pernah mengucapkan, 'menjadi pemimpin itu sukar, namun menjadi pembantupun tidak mudah' Kalau orang benar-benar mengerti sukarnya menjadi pemimpin, bukankah ini berarti sepatah kata dapat membangun negeri?"

Lun Yu Jilid XIII:15

Last but not least

"Berlakulah seumpama merawat bayi" bila dengan sebulat hati mengusahakannya, meski tidak tepat benar, niscaya tidak jauh dari yang seharusnya. Sesungguhnya tiada yang harus lebih dahulu belajar merawat bayi baru boleh menikah.

Da Xue Bab IX:2 

Mang Ujang

Banyak orang menyebutku sebagai seorang petualang, dan itulah aku --hanya satu hal bedanya: seseorang yang mengorbankan kulit luarnya untuk membuktikan kebenaran di dalamnya. ~Ernesto 'Che' Guevara (1965)

0 Komentar

Konten disalin