2018-05-05 03:44:22

Sahabat yang kuat di dalam hal-hal baik

Suatu ketika di sore hari yang cerah, terdengar ketukan pintu depan rumah. Saya abaikan mengingat saya tidak mempunyai tamu hari itu serta ada orang di rumah kala itu. Lagi, ketukan itu datang dan kali ini lebih kencang karena rupanya berasal dari pintu kamarku, what? Bersikap seperti biasa saya coba keluar untuk menghampiri, tak disangka ada mawar rupanya.

Cerita Dimulai

Wei de dong Tian, halo lagi apa ujang?

Eh, mawar.. [email protected][email protected] kaget dan tidak membalas sapaannya, wkwkw

Sedikit kaget disini gak nyangka ada yang dateng karena absen panjang yang saya ambil di Bandung hahaha.

Sedikit berbasa-basi dia coba cairkan suasana, ujang mau ke Kong Miao gak? bantuin setting komputer baru

Oh udah ada komputer baru yaa? Jawab saya, seperti biasa berlagak bodoh haha.

Iya ujang, sekarang juga udah gak pake infocus lagi.

Oh gitu, butuh apa aja emang mawar?

Emm.. paling yang belum install driver nya aja

Oh gitu, emang belum ada driver-nya? Ok di-copy dulu atuh driver nya ya.

Singkat cerita sampailah saya di Kong Miao merasa nostalgia mengingat entah sudah berapa lama saya tidak datang *jangan ditiru.

Sesampainya, kusampaikan hormat yang setinggi-tingginya kepada Nya.

Click..click.. saya coba lihat hal apa saja yang sudah dilakukan mawar.

Cihh, benar saja dugaan saya, mawar mempermainkan saya.
Mengapa tidak? Seluruh pekerjaan itu sudah hampir selesai dilakukan, lantas saya harus berbuat apa disini? -_-

Dari awal kedatangannya, saya sudah curiga akan seperti ini, untuk apa anak kampus gadjah duduk itu membutuhkan saya. Kalau ia mau tentu ia pasti bisa melakukannya sendiri, bukan? Ya, meskipun kita tahu selalu ada udang di balik batu.

Teruntukmu Mawar,
Sayang aku masih normal,
kalau tidak sudah kupacari kau.

Haha, kok ketawa?

Mengingat itu saya sedikit merasa malu dan terharu (hiks), lalu teringat akan perkataan Kong Zi,

"Ada tiga macam sahabat yang membawa faedah dan ada tiga macam sahabat yang membawa celaka. Seorang sahabat yang lurus, yang jujur, dan yang berpengetahuan luas, akan membawa faedah. Seorang sahabat yang licik, yang lemah dalam hal-hal baik, dan hanya pandai memutar lidah, akan membawa celaka."

Lun Yu Jilid XVI:4

Saya merasa beruntung bisa menemukan manusia yang masih seperti itu, karena terus terang saja; dewasa ini semakin sulit menemukan orang yang bisa dijadikan panutan dalam hal-hal yang baik dan tentu saja itupun kalau kita bisa melihat dan mau memeriksa makna perkataan dan maksud perbuatan seseorang. Mungkin kamu?

Last but not least

Hingga saat saya menulis tulisan ini, saya belum datang ke Kong Miao lagi; bukan karena tidak ingin, hanya saja saya muak dengan pola yang sudah bisa saya tebak (and.. god damn, it's become true) dan kalau bisa dijadikan alasan mungkin tulisan dan media ini juga salah satunya (alibi ini wkwk).

"Seumpama membangun gunung-gungungan, setelah hanya kurang satu keranjang untuk menjadikannya, bila terpaksa menghentikannya, akan Kuhentikan! Seumpama meratakan tanah yang berlubang, setelah hanya kurang satu keranjang untuk meratakannya, sekalipun keadaan memaksa berhenti, Aku akan terus melaksanakannya."

Lun Yu Jilid IX:19

Teh Nyai

Diantara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan diantara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah ~Confucius

Konten disalin