2018-05-11 23:12:22

Tidak ada alasan yang diperkenankan

Manusia cenderung memberikan alasan atas segala tindakan, baik yang memang ia lakukan ataupun tidak. Tapi tahukah teman-teman, alasan hanya akan membuat kita memiliki kecenderungan untuk menyerah, alasan hanya akan menimbulkan kebergantungan atas sesuatu yang tidak pasti, dan pada akhirnya alasan hanyalah sebuah alasan.

Ah masa?

Alasan yang seringkali timbul ke permukaan adalah alasan atas kegagalan kita dalam melakukan sesuatu, misalnya saja alasan kita gagal dalam masuk ke perguruan tinggi idaman, alasan kita gagal merebut hati doi, alasan kita gagal untuk diakuisisi, dan alasan-alasan lainnya.

Mereka tidak peduli

Apapun yang terjadi pada kita, sebetulnya orang lain tidak begitu peduli. Mengapa tidak?

Mereka tidak peduli kalau kita baru saja mengarungi malam dingin itu, mereka tidak peduli jalan panjang yang sudah kita lalui itu. Tidak peduli seberapa banyak hal yang sudah kita lakukan, kalau tidak mengena, apa gunanya? Kalau tidak berhasil apa gunanya?

"Orang yang hafal luar kepala ketiga ratus nyanyian dalam Shi Jing, tetapi di dalam memangku jabatan negara tidak dapat berhasil; diutus ke luar negeri tidak dapat memberikan keterangan dengan tegas; sekalipun ia belajar lebih banyak, apa gunanya?"

Lun Yu Jilid XIII:5

Jadi.. apa?

Berhenti memikirkan segala sesuatunya, berhenti memikirkan hal-hal besar yang mungkin terjadi, kita coba fokus pada sub-masalah, bagaimana caranya? Tentu saja jawabannya ada pada diri kita sendiri *jangan tanya aku, aku kan programmer gak tau apa-apa :(

"Usahakanlah hal itu terus-menerus tanpa lebih dahulu mengharapkan hasilnya. Hati janganlah lengah, jangan pula membantu tumbuh.. (...)"

Meng Zi Jilid II A:2.16

Last but not least

Dan terakhir, jangan perkenankan sedikitpun menetap di dalam hati, itu merusak jiwa.

"Hal memanah itu seperti sikap seorang Jun Zi. Bila memanahnya meleset dari bulan-bulanannya, si pemanah berbalik mencari sebab-sebab kegagalannya di dalam diri sendiri."

Zhong Yong Bab XIII:5

Teh Nyai

Diantara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan diantara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah ~Confucius

Konten disalin