2018-06-10 00:13:10

Tidak harus kamu, lalu mengapa kamu?

Pernahkah teman-teman terpikirkan beberapa hal mengenai mekanisme bagaimana dunia ini bekerja? Hmm, tidak yang sulit-sulit, misalnya saja diantara milyaran penduduk dunia ini, kenapa harus kamu yang selalu saja sial? Kenapa harus kamu yang selalu saja menderita? and vice versa.

Tidak harus kamu

Terkadang kita terlalu percaya diri dalam menganggap bahwa dunia dan waktu ini berjalan sesuai dengan yang semestinya.

Misalnya saja, saat kita sudah belajar dengan baik kita yakin dan percaya bahwa pada saat ujian nanti kita akan mendapat hasil yang baik.

Atau mungkin, saat menikah nanti kita yakin dan percaya bahwa pasangan kita kelak akan sehidup-semati bersama kita sesuai dengan janji suci yang kala itu diucapkan (ciee romantis ya).

Benarkah demikian?

Pada satu buku yang pernah saya baca, terdapat sebuah kutipan menarik dari sang penulis yang kira-kira berbunyi seperti ini:

The only constant in life is change

Satu-satunya hal yang bersifat konstan (cenderung tidak berubah) dalam hidup ini adalah perubahan? Hahaha.. menarik, bukan?

Sangat naif rasanya jika kita percaya bahwa semua akan berjalan seperti yang kita inginkan, semua akan berjalan seperti yang kita mau.

Sebut saja masalah pernikahan yang kita nanti-natikan tersebut, kita bisa perhatikan bahwa dari masa ke masa berapa banyak kegagalan dari pernikahan yang terjadi? perlu data gitu? wkwk

Lalu, apakah semua akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, sesuai dengan yang sudah kita rancang baik-baik itu?
Mungkin iya, mungkin juga tidak.
Tapi yang jelas, waktu tidak melulu berjalan sesuai dengan kehendak kita, karena semua tidak harus kamu.

Lalu, mengapa kamu?

Jangan tanyakan pada saya, aku mah apa atuh.. 
Tapi coba tanyakan pada diri teman-teman (just in case you're wondered all the night) kenapa harus teman-teman?

Nabi bersabda, "Hidup manusia difitrahkan lurus. Kalau tidak lurus tetapi terpelihara juga kehidupannya, itu hanya kebetulan."

Lun Yu Jilid VI:19

Apakah semua hal yang terjadi pada teman-teman merupakan hal yang benar-benar teman-teman perjuangkan? atau hal tersebut hanyalah suatu hal yang kebetulan semata? anugrah -misalnya..? hahaha

Last but not least

Terlepas dari apapun yang terjadi pada diri kita, tetap bersyukur merupakan jalan yang cukup Bijaksana dan mengusahakan dengan sebaik-baiknya merupakan wujud dari Kebijaksanaan ~Mang Ujang. hahaha

Meng Zi berkata, "Kesempatan itu tidak sebanding dengan keuntungan keadaan tempat. Keuntungan keadaan tempat tidak sebanding dengan persatuan orangnya."

Meng Zi Jilid II B:1.1

Teh Nyai

Diantara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan diantara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah ~Confucius

Konten disalin