2018-06-17 08:45:20

Yang terlebih dahulu pada diri sendiri

Kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan dengan memberikan teladan. Begitulah kata-kata Bijaksana yang pernah saya dengar dan sungguh, merupakan kata-kata yang baik. Kita semua paham, kata-kata hanya akan menjadi sekadar kata-kata hingga kita benar-benar melakukannya. Setidaknya kata-kata tersebut cukup ampuh untuk menjinakkan para hati yang gelisah, hahaha.

Tidak sebatas itu

Benar, tidak sebatas itu. Tidak hanya berlaku pada sikap kepemimpinan, hal tersebut berlaku juga pada banyak hal. Mulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tertib berlalulintas hingga hal-hal besar seperti memerintah orang lain, bahkan hingga mengatur negara.

Zi Gong bertanya, "Adakah suatu kata yang boleh menjadi pedoman sepanjang hidup?" Nabi bersabda, "Itulah Tepa Salira! Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain."
Lun Yu Jilid XV:24

Mungkin terjatuh

Jalan yang akan kamu tempuh adalah jalan penuh luka dan darah. ~woww

Sama seperti berbagai Ajaran yang terdapat dalam Si Shu. Kata-kata tersebut sederhana, namun nyatanya sulit dalam pelaksanaannya. Kita sebagai manusia tentu saja tidak dapat melepaskan begitu saja semua keinginan dan angan-angan yang membelenggu di dalam hati. 

Ingat, tidak untuk dihancurkan, namun dikendalikan :)

Shu Sun Wu Shu di dalam musyawarahnya di istana berkata, "Sesungguhnya Zi Gong itu lebih Bijaksana daripada Zhong Ni." Zi Fu Jing Bo melaporkan hal itu kepada Zi Gong.

Zi Gong berkata, "Seumpama dinding istana, dinding istanaku hanya setinggi bahu sehingga tiap orang dapat melihat keindahan bangunan di dalamnya; sedangkan dinding istana Guru bertombak-tombak tingginya."
Kalau seseorang tidak mendapatkan pintu untuk memasukinya, tidak akan dapat melihat betapa indah Zong Miao dan betapa megah gedung-gedungnya. Sesungguhnya yang boleh mendapatkan pintu masuk itu tidaklah banyak. Maka, kalau tuanmu itu berkata demikian, bukankah itu wajar?"
Lun Yu Jilid XIX:23

Bak mendaki dinding istana nan tinggi, dalam perjalanannya pada ketinggian yang lebih awal mungkin kita akan tergoda melihat hijau rumput tetangga yang membentang luas. Setelah terlewati, mungkin kita memiliki kecenderungan untuk menyerah di pertengahan jalan, alih-alih sudah merasa sampai. Setelah tersadar, mungkin kita akan terjatuh setelah memahami semuanya, dan sampai.

Sekelas Yan Yuan

Yan Yuan dengan menarik napas berkata, "Bila kupandang, terasa bertambah tinggi; semakin kugali, terasa bertambah dalam. Kadang-kadang kupandang nampak berdiri di muka, sekonyong-konyong ternyata ada di belakang."
"Demikianlah Guru selalu dengan baik meluaskan pengetahuanku dengan Kitab-kitab dan melatih diriku dengan Kesusilaan, sehingga walaupun kadang-kadang ingin menghentikan belajar, ternyata tidak dapat."
"Aku sudah menggunakan segenap kepandaianku, sehingga terasa teguh dan nampak jelas di mukaku; tetapi untuk mencapainya ternyata masih belum dapat juga."
Lun Yu Jilid IX:11

Dikisahkan bahwa Yan Yuan, seorang murid Nabi Kong Zi yang mampu mengikuti Ajarannya serta teramat pandai diantara murid-murid lainnya. Namun, alih-alih merasa berhasil, ia sendiri merasa masih belum dapat juga

Yan Yuan aja belum dapat, apalagi kamu? *kidding, hahaha

Yang terbesar

Lalu setelah melakukan semuanya sendiri. Diantara tindakan yang sudah dilakukan atau mungkin belum dilakukan karena terlalu banyak, yang mana yang terbesar? Yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi? Atau, yang mana yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kita tiada, alih-alih tidak punya waktu lagi?

Zeng Zi berkata, “Laku Bakti itu ada tiga tingkat: Laku bakti yang besar ialah mampu memuliakan orang tua; yang kedua tidak memalukan orang tua; dan, yang terendah hanya mampu memberi perawatan.”
Kong Bing Gi bertanya kepada Zeng Zi, “Bolehkah guru disebut seorang putra berbakti?”
Zeng Zi menjawab, “Kata apa itu? Kata apa itu? Yang dinamai Laku Bakti oleh seorang Jun Zi menuntut kemampuan mendahului harapan orang tua; mewujudkan cita-cita dan bimbingannya di dalam Jalan Suci. Can baharu mampu memberi perawatan; bagaimana dapat tenteram disebutkan sebagai putra berbakti?”
Li Ji XXIV:18

Last but not least

Meng Zi berkata, "Kalau diri sendiri tidak mau menempuh Jalan Suci, anak istrinyapun tidak akan mau menempuhnya. Menyuruh orang, kalau tidak berlandaskan Jalan Suci, biarpun anak istri sendiri tidak akan mau melaksanakan."
Meng Zi Jilid VII B:9.1

Teh Nyai

Diantara benih yang tumbuh ada yang tidak berbunga, dan diantara yang berbunga ada pula yang tidak berbuah ~Confucius

Konten disalin